Mesin

Sejarah Power Bank

Memasuki era modern, keberadaan power bank seakan menjadi kebutuhan utama dalam menunjang mobilitas sehari-hari, terutama kaitannya dengan hal pengisian daya. Mengingat smartphone sudah menyediakan beraneka fitur, seperti email, mendengarkan musik, merekam dan melihat video, jejaring sosial, dan lain sebagainya. Pada dasarnya, kebutuhan manusia yang kompleks dalam menggunakan smartphone bukan hal yang baru saja terjadi. Pada tahun 2001, dievent bernama Las Vegas International Consumer Electronics Show telah diperkenalkan suatu produk bernama Power Mobile Bank. Meskipun demikian, keberadaan Power Bank masih belum familiar di Indonesia, hal tersebut dapat dilihat dari Power Bank yang baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 2006 dan baru mulai familiar di tahun 2009 ketika masyarakat Indonesia mulai menggunakan smartphone untuk menunjang pekerjaan. Seiring dengan perkembangan teknologi yang masif, beraneka varian power bank dengan berbagai fitur mulai bermunculan, menyesuaikan dengan kebutuhan manusia. Mulai dari kapasitasnya yang semakin besar, bentuknya yang semakin tipis, fitur pengisian daya yang semakin cepat, dan sebagainya.

Pengertian Power Bank

Power bank yang kita ketahui pada saat ini dapat dikatakan memiliki fungsi yang hampir sama dengan baterai, yaitu melakukan pengisian daya pada device tertentu. Namun yang menjadi keunggulan utama dari power bank adalah desain dari produk ini yang portable sehingga memungkinkan pengguna memiliki daya cadangan dimana saja dan kapan saja. selain itu, keunggulan lain dari power bank adalah circuit khusus yang dimiliki untuk mengontrol aliran daya listrik dan dual port USB memungkinkan power bank mengisi dua device smartphone pada saat bersamaan. Pada dasarnya power bank memang muncul untuk menunjang mobilitas manusia yang sedang berada diluar ruangan. Oleh karena itu power bank terus berkembang untuk memenuhi pengisian daya dari berbagai device seperti smartphone, kamera digital, dan juga tablet.

Pada umumnya power bank memiliki bentuk yang kecil dan mudah dibawa, untuk memudahkan pemiliknya membawa dan melakukan pengisian daya setiap saat. Kapasitas daya power bank yang sering dijumpai adalah 10.000 mAh. Kapasitas ini sering kali menjadi salah satu daya tarik dalam memilih power bank. Sebagai contoh adalah power bank dengan kapasitas 10.000 mAh dirasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan baterai smartphone yang rata-rata memiliki kapasitas baterai 3.000 mAh. Perlu diketahui bahwa seperti produk elektronik lainnya, power bank juga akan mengalami penurunan performa seiring dengan penggunaan yang semakin intens.

 

Power Bank Generasi Pertama

Power bank yang diperkenalkan pada tahun 2001 merupakan penyimpanan daya dengan konsep yang sangat sederhana, dimana memiliki bentuk yang cukup besar dengan kapasitas baterai yang relatif kecil. Teknologi ini diperkenalkan oleh seorang mahasiswa yang menggunakan baterai AA yang diberi control circuit. Meskipun hanya menggunakan beberapa part sederhana, namun ide ini merupakan salah satu pondasi penting dalam perkembangan teknologi baterai. Konsep ini telah menggiring pemahaman manusia bahwa pengisian device tidak lagi bergantung pada colokan listrik yang umumnya berada di rumah atau di kantor. setiap manusia mampu melakukan pengisian diluar ruangan sekalipun. vivan power bank

Teknologi ini semakin menjadi fokus perhatian beberapa industri, terutama yang memiliki keterkaitan dengan smartphone. Pada tahun 2004, Industri Teknologi bernama Huaqi telah merilis produk power bank dengan nama “engine compartment” dan tidak lama berselang beberapa merk lain seperti Aigo dan Anytone masuk. Fenomena ini kemudian menjadi titik dimulainya persaingan teknologi power bank. Pada masa ini, power bank juga mulai dilengkapi dengan fitur IC protection yang melindungi para penggunanya dari arus pendek yang mungkin terjadi.

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *