Bisnis

Sawit Tanah Air, Dominasi Perusahaan Besar dan Asing

Sawit Tanah Air, Dominasi Perusahaan Besar dan Asing

Ekspansi besar-besaran perkebunan sawit ini sayangnya tidak seluruhnya dikuasai oleh perusahaan lokal di Tanah Air. Jumlah perusahaan yang bermain di dalam industri sawit pun sangat banyak dan tentunya sangat sulit untuk dideteksi oleh pemerintah.

Tidak sedikit perkebunan yang sulit diketahui perusahaan yang mengelolanya. Selain ada perusahaan swasta yang memakai kedok perkebunan rakyat, Izin Usaha Perkebunan yang mereka miliku pun tak jarang dimiliki.

Greenpeace yang mencoba menelusuri perusahaan-perusahaan yang ada, telah berhasil mendeteksi sekitar 704 perusahaan perkebunan sawit yang ada. “Data yang kita miliki memang masih jauh dari kata sempurna. Hal tersebut dikarenakan pemerintah masih menutup diri untuk membuka data terkait pengusahaan hutan dan lahan yang ada di Indonesia,” ujar Juru Kampanye Hutan Greenpeace Teguh Surya.

Dari data yang dikumpulkan sebanyak 704 perusahaan yang ada, setidaknya ada 94 perusahaan sawit yang dimodali perusahaan asing. Sebanyak 440 perusahaan sawit mendapat suntikan modal dari dalam negeri. Sementara itu sebanyak 144 perusahaan lokal yang tidak dimodali perusahaan asing.

Walaupun demikian, beberapa perushaan lokal tersebut memiliki asosiasi dengan perusahaan asal Tiongkok dan Malaysia terdapat sumber modal perusahaan sawit di Tanah Air.

Sampai dengan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tahun 2013, posisi puncak produsen CPO Indonesia dipegang oleh perusahaan Sinarmas Group dengan jumlah produksi 15.000 ton per hari. Sedangan untuk luas lahan yang perusahaan tersebut miliki pada tahun itu mencapai 320 ribu hektare.

Posisi kedua dipegang oleh perusahaan Wilmar Internasional Group yang memproduksi mencapai 7.500 ton per hari dan dengan luas lahan yang mereka miliki seluas 210 ribu hektare.

Sementara itu berdasarkan luas lahan, Salim Group yang menaungi PT Salim Plantations, Indofood Group dan IndoAgri memiliki lahan terluas. Tercatat pada tahun 2013, luas lahan yang dikuasai mencapai 1.115.745 hektare. Disusul oleh Sinarmas Group dan Wilmar Internasional Group. Walau demikian, lahan sawit yang ditanami group raksasa Salim belum sepenuhnya ditanam.

Perusahaan asing dari Tiongkok dan Malaysia juga membidik untuk membangun perkebunan sawit di Tanah Air karena masih banyaknya lahan potensial di Indonesia. Ditambah lagi Indonesia memiliki target untuk semakin menguasai pasar CPO dunia. Pemerintah Indonesia saat ini juga telah menargetkan produksi CPO Indonesia naik menjadi 40 juta ton pada tahun 2020 mendatang. Semoga!

Sumber: Indonesian Tax Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *