Bisnis

PPN Dalam Asuransi Menggetarkan Hati

PPN Dalam Asuransi

PPN Dalam Asuransi – Tidak dapat dipungkiri lagi dalam hal ini, baik agen asuransi maupun pelanggannya tentu saja bertanya-tanya, apakah biaya administrasi atau biaya pengelolaan keuangan pada point ini dikenakan Pajak Pertambahan Nilan (PPN)? Pada Pasal 4A ayat (3) huruf e Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Pajak Pertambahan Nilan Barang Dan Jasa Dan Pajak Pajak Penjualan atas Barang Mewah (UU PPN) menyatakan bahwa Jasa Asuransi termasuk kedalam jenis jasa yang tidak dikenai PPN. baca : pph badan

Maka dari itu, sebelumnya mari kita lihat pengertian jasa asuransi kembali. Yang dimaksud dengan jasa asuransi adalah jasa pertanggungan yang meliputi asuransi kerugian, asuransi jiwa, dan reasuransi, yang dilakukan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polisasuransi, tidak termasuk jasa penunjang asuransi seperti agen asuransi, penilai kerugian asuransi, dan konsultan asuransi.

Dengan pengertian diatas, jasa asuransi yang merupakan jasa pertanggungan yang meliputi asuransi kerugian, asuransi jiwa, dan reasuransi. Dapat diartikan, jasa yang terkait dengan premi asuransi untuk keperluan pertanggungan saja yang dikecualikan dari pengenaan PPN. baca: sop adalah

Sedangkan, porsi investasi unitlink bukan merupakan jasa pertanggungan. Produk unitlink jelas-jelas memisahkan antara porsi premi dan investasinya. Bahkan hal tersebut bisa terlihat sejak seorang calon nasabah ditawarkan produk ini (diprospek) walaupun dikemas dengan cara yang berbeda misalnya dikatakan bahwa uang asuransi anda tidak akan hilang bahkan akan bertambah, atau asuransi sekaligus mempersiapkan tabungan untuk hari tua dan masih banyak lagi.

Hal yang berbeda ketika perusahaan asuransi menginvestasikan kembali pendapatan atas premi asuransi nasabahnya karena itu merupakan uang perusahaan sendiri yang diolah untuk menutup kemungkinan terjadinya klaim dari nasabah.

Sedangkan untuk produk unitlink, uang yang diinvestasikan adalah uang nasabah yang harus dikembalikan kepada nasabah ketika pemiliknya ingin mengambilnya. pph pasal 21 Sehingga ketika perusahaan memungut biaya tertentu terkait dengan pengelolaan investasi nasabah, maka hal tersebut merupakan jasa atas pengelolaan keuangan atau pengelolaan investasi yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada nasabah.

Lalu, apa bedanya antara fungsi perusahaan asuransi dengan jasa pengelolaan keuangan atau pengelolaan investasi yang dilakukan oleh manager investasi yang notabenya merupakan jenis jasa yang dikenakan PPN?

Menurut penjelasan Pasal 4A ayat(3) huruf d UU PPN menyatakan bahwa jika dilihat dari ruang lingkup jasa keuangan menurut UU PPN pun, jasa pengelolaan keuangan atau pengelolaan investasi tidak termasuk yang dikecualikan dari pengenaan PPN.

Sumber: Indonesian Tax Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *