Bisnis

Pelaku UKM Masih Menaruh Harapan Pada KUR

Pelaku UKM Masih Menaruh Harapan Pada KUR

Pelaku UKM Masih Menaruh Harapan Pada KUR – Ketua Koperasi Industri Kayu dan Mebel (KIKM) DKI Jakarta dan Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD DKI Jabodetabek Ade Firman mengatakan bahwa pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) masih berharap pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan daya saing.

“KUR di UKM industri kayu dan mebel seperti di Klender ini untuk pembelian mesin-mesin terbaru,” katanya. jasa lainnya: info training pajak

Ade menuturkan bahwa setidaknya ada dua hal yang diharapkan dari pemerintah sebagai penyelenggara KUR. Pertama, KUR dengan bunga lebih rendah dari 9 persen. “Mungkin bunganya 6 persen untuk pinjaman hingga Rp 500 juta,” ujarnya sembari menambahkan bahwa  proses KUR diharapkan bisa lebih cepat dan mudah.

Catatan dari laman kontan.co.id menunjukkan bahwa penyaluran KUR pada bulan Juli 2017 mencapai Rp 52,2 triliun. Angka tersebut setara dengan 47 persen dari target penyaluran KUR yang sebesar Rp 110 triliun. Data tersebut dikutip dari Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian. artikel lainnya pph pasal 21

Dirinya mengungkapkan bahwa yang sudah lebih dari 12 tahun berkecimpung di dunia industri kayu dan mebel di kawasan Klender itu menyebutkan pentingnya mesin-mesin baru.

“Dengan mesin-mesin baru, pembuatan mebel misalnya bakal menghasilkan produk yang presisi,” tegasnya.

Kemudian, mesin-mesin baru tersebut juga bisa membuat proses pembuatan produk bisa lebih cepat. Hal ini bisa menghemat waktu sekaligus menambah jumlah produksi.

Jika dengan cara lama, kebanyakan manual, pembuatan lemari pakaian dua pintu bisa memakan waktu dua mingguan. “Kalau pakai mesin, waktunya lebih singkat. Mungkin bisa satu hari,” ujarnya.

Lantas, harga mesin yang terjangkau juga menjadi dambaan. “Rata-rata di bawah Rp 100 jutaan,” ujarnya.

Terkait kebutuhan mesin itu, dalam kesempatan tersebut, Sofianto Widjaja selaku General Manager PT Wahana Kemalaniaga Makmur (Wakeni) juga memberikan informasi bahwa pihaknya kembali menggelar untuk kali keenam The International Furniture Manufacturing Component Exhibition (Ifmac) dan Woodworking Machinery Exhibition (Woodmac) pada 27-30 September 2017 di JIExpo Kemayoran. “Di pameran ini ada mesin-mesin terbaru. Ada yang harganya di bawah Rp 100 juta,” jelasnya. artikel lainnya: pengertian pajak

Sofianto menambahkan bahwa pada tahun 2017 ini, pihaknya membidik 12.000 pengunjung dan 250 perusahaan peserta pameran. Ada 20 negara terlibat dalam pameran tersebut.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *