Bisnis

Investasi Bodong Merebak, Jangan Mau Diimingi Untung Besar

Satuan tugas (Satgas) waspada investasi hingga September 2017 telah menghentikan 48 entitas yang terindikasi investasi bodong. Mulai dari money game, multi level marketing (MLM), hingga investasi dengan imbal hasil sangat tinggi. Paling baru, pekan lalu Satgas menghentikan 5 perusahaan. Hal tersebut berdasarkan banyaknya laporan yang masuk dari masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan kasus investasi bodong telah banyak muncul di publik. Ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang mulai berani mengadukan pada pihak berwenang.

“Banyaknya investasi bodong yang muncul ke permukaan saat ini karena semakin transparannya penanganan kasus, dan makin kuatnya peran Satgas Waspada Investasi,” kata Tongam. Dia menjelaskan, masyarakat juga semakin berani menyampaikan pengaduan dan mulai percaya Satgas Waspada Investasi dapat menindaklanjuti kasus tersebut.

“Investasi bodong memang ibarat fenomena gunung es, yang muncul di permukaan hanya kecil tapi di dalamnya sangat besar,” tambah dia.

Menurut Tongam, masyarakat juga perlu memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, mempunyai izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

“Lalu juga memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Tongam.

Dia mengatakan, peran serta dari masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal. “Masyarakat juga harus selalu berhati-hati, jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” ujarnya.

Ketua satgas waspada investasi Tongam L Tobing mengatakan, maraknya praktik investasi bodong terjadi karena saat ini banyak masyarakat yang belum memahami tentang konsep produk investasi. “Banyak masyarakat yang tidak paham apa itu investasi, jadi ketika ada tawaran dan imbal hasilnya besar tanpa pikir panjang mereka langsung ikut,” ujar Tongam.

Dia menjelaskan, biasanya masyarakat yang kurang paham investasi ini dapat menjadi sasaran empuk pelaku investasi bodong. “Karena masyarakatnya tidak tahu dan ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat akibat iming-iming bunga, ya sudah mereka terperangkap,” kata Tongam.

Untuk meningkatkan pemahaman tentang investasi ini, dia menjelaskan Satgas bekerja sama dengan sejumlah lembaga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng Kementerian dalam negeri (Kemendagri).

“Kami akan menyebar tim satgas waspada investasi ini di 39 daerah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan terkait investasi,” imbuh dia.

Menurut dia, dengan menggandeng Kemendagri maka edukasi ke masyarakat daerah diharapkan dapat lebih mudah karena disosialisasikan melalui kepala daerah.

“Kami ingin masyarakat bisa lebih waspada dan terhindar dari iming-iming investasi bodong,” jelas dia.

Selain Kemendagri, satgas waspada investasi juga akan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini disebabkan maraknya kasus travel perjalanan ibadah umrah yang bermasalah.

Sumber: detikFinance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *