Bisnis

Fungsi, Tujuan dan Dasar Asuransi

Fungsi, Tujuan dan Dasar Asuransi

Tujuan dan Dasar Asuransi – Fungsi pertama dari asuransi adalah sebagai mekanisme pengalihan/transfer resiko (risk trasnfer mechanism) yaitu mengalihkan resiko dari satu pihak tertanggung kepada pihak penanggung. Pengalihan resiko tersebut bukan berarti menghilangkan kemungkinan misfortune, melainkan pihak penanggung menyediakan fasilitas pengamanan keuangan atau financial security serta ketenangan atau peace of mind bagi tertanggung atau nasabah. baca: administrasi perkantoran

Sebagai imbalannya, maka tertanggung wajib membayarkan premi dalam jumlah yang relatif kecil bila dibandingkan dengan potensi kerugian yang mungkin akan dialami oleh tertanggung.

Adapun prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi oleh lembaga atau perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis asuransi, diantaranya yaitu:

Insurable Interest

Merupakan hak untuk mengasuransikan yang timbul dari suatu hubungan keuangan antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan harus diakui secara hukum.

Utmost Good Faith

Merupakan suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik yang diminta maupun yang tidak. Baca: info training pajak

Artinya: si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas objek atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Proximate

Merupakan suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian dan menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.

Indemnity

Merupakan suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian.

Subrogation

Merupakan pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.

Contribution

Merupakan hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity. baca artikel: pajak penghasilan pasal 21

Sumber: Indonesian Tax Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *