Kesehatan

Bipolar Disorder: Siapa yang Berisiko Mengalaminya?

Bipolar Disorder: Siapa yang Berisiko Mengalaminya?

Belakangan ini masalah mental jadi tema perbincangan yang makin menarik dibicarakan. Ditambah dengan terdapatnya beberapa profil umum yang di ketahui nyatanya alami masalah mental, bahkan juga ada yang hingga akhiri nyawanya karna dipicu oleh bipolar disorder yang dipunyainya. Benar-benar tragis bukan baca juga

Bipolar disorder, dimaksud juga masalah manik-depresif, adalah satu penyakit mental yang mengakibatkan seorang alami perubahan mood ekstrim/kronis serta berkali-kali dari begitu semangat (mania) ke depresi. Orang yang didiagnosis bipolar disorder umumnya alami semakin banyak masa-masa depresi dibanding mania.

Apa Penyebabnya Bipolar Disorder?

Beberapa ilmuwan mengira kalau satu diantara penyebabnya masalah bipolar yaitu aspek genetik yang berarti dapat diwariskan dalam keluarga. Sebagian riset tunjukkan kalau gabungan bermacam aspek bisa membuat peranan abnormal pada circuit otak yang pada akhirnya hasilkan beberapa gejala depresi serta mania. Contoh beberapa aspek yang datang dari luar meliputi stres, penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol, serta kurang tidur.

Siapa Saja yang Rawan Alami Bipolar Disorder?

Bipolar disorder bisa merubah siapa saja, tidak kecuali pria serta wanita dari semua suku bangsa ataupun kelas sosial-ekonomi. Walau pria serta wanita nampaknya keduanya sama mempunyai resiko yang sama, tetapi perubahan mood yang amat cepat seringkali dihadapi oleh wanita.

Wanita juga relatif alami masa beberapa gejala depresi serta kombinasi depresif-manik yang lebih lama. Seseorang pria yang menanggung derita bipolar depresi umumnya pertama kalinya alami masa-masa mania, berlainan dengan wanita yang relatif pertama kalinya alami masa depresi.

Bipolar disorder dapat berlangsung di umur berapapun, namun kemunculan beberapa gejala biasanya berlangsung sekitaran umur 25 th..

Apakah Bipolar Disorder Dapat Di turunkan?

Beberapa riset temukan kalau pasien bipolar sering mempunyai sekurang-kurangnya satu anggota keluarga dekat yang menanggung derita bipolar. Anak-anak dengan orang-tua pasien bipolar mempunyai kesempatan 10%-50% meningkatkan bipolar juga. Bila seseorang anak kembar non-identik mempunyai bipolar, jadi kembarannya berpeluang 10%-25% memilikinya juga. Sedang pada masalah anak kembar, resikonya bertambah jadi 40%-70%.

Beberapa ilmuwan merasakan kalau bipolar disorder tidak dikarenakan oleh satu gen tapi oleh sebagian gen, yang jika dipadukan dengan beberapa aspek eksternal seperti stres, rutinitas pola hidup, serta masalah tidur, bisa menyebabkan bipolar disorder. Mereka tengah berusaha mengidentifikasi gen-gen ini dengan keinginan kalau ini juga akan menolong temukan cara diagnosis serta penyembuhan yang tambah baik.

Dapatkah Style Hidup Tingkatkan Risko Bipolar Disorder?

Kurang tidur tingkatkan resiko alami beberapa gejala mania. Pemakaian obat antidepresan juga menyebabkan perasaan begitu semangat. Minum alkohol terlalu berlebih atau pemakaian obat-obat dapat juga menyebabkan beberapa gejala bipolar. Riset memerlihatkan kalau sekitaran 50% pasien bipolar disorder kecanduan obat-obatan atau alkohol. Mereka seringkali memakai alkohol serta obat-obatan dalam usaha untuk menangani situasi hati yang sangat sedih atau karna asal-asalan karena sangat semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *