Bisnis

Billing System/e-billing, Kemudahan Dalam Pembayaran Pajak

Billing System/e-billing, Kemudahan Dalam Pembayaran Pajak

Dalam buku panduan penggunaan billing system/e-billing yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), disebutkan terdapat 3 (tiga) keuntungan yang dapat diperoleh dari aplikasi billing system/e-billing. Keuntungan-keuntungan tersebut adalah lebih mudah, lebih cepat dan lebih akurat dalam membayar pajak.

Dikatakan lebih mudah karena dalam melakukan pembayaran pajak, kita tidak lagi perlu mengantri diloket teller melainkan cukup hanya dengan menggunakan internet banking atau mesin ATM. Tidak perlu lagi membawa Surat Setoran Pajak (SSP) dan cukup hanya mencatat kode billing untuk melakukan transaksi pembayaran yang akan dimasukkan sebagai kode pembayaran pajak pada mesin ATM atau internet banking.

Lebih cepat, karena transaksi pembayaran dilakukan hanya dalam hitungan menit dari manapun kita berada. Sekalipun anda memilih pembayaran melalui teller bank atau kantor pos, petugas teller tidak perlu lagi memasukkan data pembayaran pajak anda, dengan memasukkan kode billing, maka data pembayaran pajak anda secara otomatis telah tercatat dalam sistem.

Billing system/e-billing akan membimbing dalam pengisian surat setoran pajak elektronik, sehingga kesalahan dalam menginput/memasukkan data pembayaran pajak seperti kode akun pajak dan kode jenis setoran dapat terhindarkan.

Jika pembayaran dilakukan melalui teller bank atau kantor pos, kesalahan dalam memasukkan data pembayaran pajak (entry data) oleh teller dapat tereliminasi karena data yang tertera pada layar adalah data yang telah diinput sendiri sebelumnya oleh Wajib Pajak sesuai dengan transaksi pembayaran pajak. Dengan demikian pembayaran pajak melalui billing system/e-billing ini akan jauh lebih akurat dibandingkan dengan pembayaran pajak melalui pengisian Surat Setoran Pajak secara manual.

Pendaftaran peserta billing dilakukan dengan cara membuka situs https://sse.pajak.go.id untuk mendapatkan user id dan personal identification number (PIN) melalui daftar baru. Pada tahapan ini e-mail pribadi dibutuhkan kembali untuk menerima konfirmasi aktivasi yang tertera PIN, user id dan link aktivasi.

Setelah melakukan pendaftaran peserta billing, tahap selanjutnya adalah pembuatan kode billing melalui login dengan mengisi terlebih dahulu user id dan PIN. Pada tahapan ini terdapat data yang secara otomatis sudah terisi setelah login dan data yang perlu diisi sesuai dengan detail transaksi pembayaran pajak yang akan dilakukan. Data yang secara otomatis terisi setelah login adalah NPWP, Nama, Alamat dan Kota, sedangkan data yang perlu diisi sesuai dengan detail transaksi pembayaran pajak adalah data jenis pajak, Nomor Objek Pajak (NOP) untuk transaksi yang terrkait dengan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dan kegiatan membangun sendiri, masa pajak, tahun pajak, nilai rupiah pembayaran, nomor Surat Ketetapan Pajak (jika ada).

Sebagaimana yang telah disampaikan di atas, kode billing ini akan digunakan ketika melakukan pembayaran pajak yang dapat dilakukan melalui teller di loket bank/kantor pos, ATM ataupun internet banking. Kode billing yang telah diterbitkan akan berlaku selama 48 (empat puluh delapan) jam dan akan secara otomatis terhapus setelah 48 (empat puluh delapan ) jam.

Sumber: Indonesian Tax Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *